TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Jika selama ini ampas kelapa hanya menjadi sampah, yang mengotori lingkungan. Tapi di tangan kedua siswi SMK PP Tegalampel Bondowoso, Bella Melati Fitria Kandila dan Lafifa Unzil Fadila, ampas kelapa justru disulap jadi Sambal Goreng Kelapa (SaReLa).

Atas inovasi yang dilakukan keduanya, mereka berhasil menyabet juara dua, dalam Enterpreneur Challenge, di Universitas Muhamadiyah Jember, Minggu (7/4/2019).

Bella Melati Fitria Kandila menjelaskan, bahwa judul bussines plan-nya adalah “Zero Waste Daging Kelapa“, yang berarti tidak ada limbah daging kelapa.

“Yang melatarbelakangi bussines plan kami, yaitu jumlah kelapa yang sangat banyak di Bondowoso, namun pemanfaatannya belum optimal, dan harganya terjangkau,” katanya pada TIMES Indonesia.

Menurutnya, produk dari daging buah kelapa yang booming saat ini, karena manfaat yang cukup banyak dalam bidang kesehatan dan kecantikan, yakni adalah VCO (Virgin Coconut Oil).

Seperti diketahui, dalam membuat VCO yang diambil hanya santan kanilnya saja. Hal itu, kata dia, akan menghasilkan hasil samping (residu) yaitu santan encer dan ampas. Sedangkan di luar sana, ia masih sering kali melihat ampas yang dibuang sehingga berdampak pada lingkungan.

“Maka dari itu kami mengolah kedua residu tersebut menjadi produk yang bernilai jual, santan encernya kami olah menjadi PuDoLa (Puding Sedot Kelapa), dan ampasnya kami olah menjadi SaReLa (Sambal Goreng Kelapa),” jelasnya.

Di sisi lain, Lafifa Unzil Fadila, mengaku senang dan bangga, atas diraihnya juara dalam ajang inovasi bisnis tersebut. “Karena bisa membuat senang orang sekitar, terutama orang tua saya. Saya berharap bisa lebih baik ke depannya,” harapnya.

Ia juga berharap bisa mengikuti lomba bussines plan tahun 2020. Menurutnya, produk hasil inovasinya itu, terus diproduksi secara rutin.

Sementara itu, Kepala SMK PP Tegalampel Bondowoso, Anik Sudiartini, mengaku bangga atas capaian dua siswinya tersebut. “Dengan anak-anak mengikuti ajang ini, maka semakin terasah jiwa entrepreneurnya, sebagai bekal masa depannya,” katanya.

Sementara manfaat yang lain, jelas dia, tentu saja semakin terasah juga character building anak-anak, yaitu disiplin, kompetitif, kreatif, inovatif, produktif, kolaboratif dan juga komunikatif.

Enterpreneur Challenge itu, berlangsung dua hari, mulai Sabtu (6/4/2019) dengan tahap presentasi bussiness plan, kemudian hari kedua, Minggu, masuk tahap marketing competition saat CFD di Alun-alun Jember.

Dalam Enterpreneur Challenge, yang dilaksanakan Universitas Muhammadiyah Jember, inovasi produk ampas kelapa kedua siswi SMK PP Tegalampel Bondowoso itu, mampu mengalahkan peserta lain dari berbagai sekolah se-Besuki Raya. Tentu dengan bimbingan gurunya, yaitu Lina Purwati, S.Si., M.Pd dan Dian Ishahrini Pemiluwati, S.P., M.P. (*)

 

Sumber: timesindonesia.co.id

Dua Siswi SMK PP Tegalampel Bondowoso Sulap Ampas Kelapa Jadi Sambal